Filsafat, Marxisme, ilmu sosial, ilmu ekonomi, antropologi/budaya, dan politik.
Cerita ku
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
-
Kali ini saya mencoba membuat blog. ternyata tidak susah susah amat. mudah banget. cukup masuk ke blogger.com. lalu buat akun/daftar masukkan gmail selesai deh.
muh irfan hidayat
1822039
Rektor & Dekan Fisip UNAS Fasis : Segera Cabut SK DO Bung Krisna Aji (Ketua FMN UNAS) serta Sanksi terhadap Mahasiswa UNAS lainnya !!! Unas Gawad Darurat (UGD) terlahir dari keresahan Mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) terhadap kondisi pendidikan di UNAS selama masa pandemic Covid-19. Saat masa pandemic Covid-19, UNAS melakukan aktivitas perkuliahan secara daring / online. Otomatis mahasiswa UNAS tidak lagi menikamati fasilitas yang ada didalam kampusnya. Dalam kondisi tersebut, UNAS mengeluarkan SK. Rektor no.52 tahun 2020 tentang pemotongan biaya kuliah semester genap tahun akademik 2019/2020. SK tersebut mengatur pemotongan biaya Rp 100.000 untuk mahasiswa aktif. Hal tersebut merupakan bentuk kepedulian UNAS terhadap kondisi mahasiwanya dimasa pandemic Covid-19 ini (KATANYA). Namun hal tersebut dinilai tidak tepat dan masih memberatkan bagi mahasiswa UNAS. Potongan Rp. 100.000 dinilai masih sangat kecil, seharusnya potongannya disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa atau bahka...
Pendidikan era Digital saat ini telah menjadi sebuah babak sekaligus momok penting dalam jalannya kehidupan intelektual seorang anak yang dipengaruhi oleh pemahaman bahasa program hingga media-media online yang tersebar melalui Handphone ataupun tabloid. Sebenarnya ini menjadi keseharian yang bermata dua sehingga mengancam bahkan menyajikan berbagai giringan dogma baik bersifat politis ataupun Borjuasi Kapital yang dimana Moral Menengah ke atas selalu digaungkan oleh para pemerhati ekonomi modern ataupun pengamat Sosio-Politik. " Teknologi memiliki efek yang jelas pada kebebasan individu, dalam beberapa hal meningkatkannya, dalam hal lain membatasi itu. Namun, karena kapitalisme adalah sistem sosial yang didasarkan pada ketidaksetaraan kekuasaan, maka disangkal bahwa teknologi akan mencerminkan ketidaksetaraan itu, karena ia tidak berkembang dalam kekosongan sosial. Tidak ada teknologi yang berkembang dan menyebar kecuali ada orang yang mendapat manfaat darinya dan mem...
OLEH : MUNAWAR SETIADI Tentu tidak bisa disangkal lagi, ketika Soekarno telah digulingkan oleh Soeharto beserta dukungan Amerika di belakangnya ada usaha usaha tersembunyi dari mereka untuk mendistrosi Soekarno menjadi sekedar tokoh sovinis yang ingin memerdekakan bangsa,berdikari dll bahkan anti komunis. Bagi mereka yang sudah memperlajari Soekarno, kita akan mengetahui bahwa dia telah dalam beberapa tulisannya mengaku dirinya “Sosialis” dan “Marxis” . Ini tentunya menarik perhatian para reformis kita, baik PRD atau mereka yang mengidamkan “Sosialisme ala Indonesia” atau kembalinya PDIP pada jalan Soekarnois yang benar. Untuk menggambarkan Soekarno hanya pada esensi progresifnya adalah sebuah cara pandang sebelah mata yang sangat berbahaya dan menipu. Karena ini mengabaikan analisa kelasnya bahwa Soekarno secara keseluruhan memiliki watak mental borjuis kecil yang inheren. Ini nampak tidak hanya dalam teorinya namun juga dalam sejarah riwayat perjuangannya. Kare...
Komentar
Posting Komentar